Another Self Reflection

Pagi ini sebelum menulis, saya googling cara mengoptimalkan blog. Menemukan banyak blog asal-asalan, saya tambahkan keyword ‘ollie’ dan ‘salsabeela’. Then i found something inspiring dari blog seseorang. Blog tersebut berisi biografi singkat Ollie, bagaimana ia bisa sampai pada titik saat ini, menjadi seorang penulis sekaligus entrepeneur dengan segudang karya dan inovasi yang sangat dapat dibilang membanggakan bangsa. Saya dari dulu sudah mengagumi tulisan-tulisan Ollie, dan kenapa saya menambahkan namanya sebagai keyword adalah dengan harapan menemukan panduan yang berkualitas sekaligus menarik untuk dibaca.

Bukannya mau memirip-miripkan, tapi ada satu hal yang lucu dan menambah keyakinan saya bahwa menjadi wanita tinggi di Indonesia salah satu hal yang malah membuat minder. Ketika sebagian besar teman adalah wanita dengan tinggi apa adanya (150-155 cm), maka menjadi wanita dengan tinggi diatas 160cm akan terasa kikuk jika berjalan berdampingan. Belum lagi kalau ada undangan pesta, sementara yang lain dengan cantiknya mengenakan high heels, saya malah merasa ini adalah kesempatan untuk menjadi ‘setara’ dengan tetap ber-‘flastshoes’ hehe.

Bagaimana saya merefleksi diri dengan biografi singkat tersebut adalah ketika hidup saya terasa sangat normal. Sekolah, kuliah, bekerja, menikah, punya anak, sekarang mengasuh anak. Saya merasa sangat normal untuk bergelut dalam keseharian di zona diri sendiri. Saya seperti belum menemukan titik balik untuk mengembangkan diri dari yang normal atau biasa-biasa saja menjadi seseorang yang luar biasa. Seseorang yang berbuat sesuatu untuk menginspirasi dan memberi manfaat untuk suatu komunitas dan orang banyak.

Ollie telah melewati masa yang cukup menguji jika tidak bisa dibilang mengguncang hidupnya, lalu melewatinya dengan baik dan itu menjadikannya lebih dewasa dan berani dalam menapaki tiap ambisinya. Tentunya saya tidak berharap ikut merasakan hal sulit serupa karena apalah saya yang sangat lemah dan cengeng jika harus mengalami peristiwa yang mengobrak-abrik perasaan. Saya ingin mencontoh kekonsistenan Ollie dalam kesehariannya. Konsisten menulis, konsisten membaca, belajar, itu dulu saja langkah sederhana untuk membentuk habits menjadi penulis kece.

Selain kekonsistenan dalam menulis, hal yang tidak kalah penting lainnya adalah konsisten membentuk suatu pemikiran yang positif. Berhentilah berpikir atau berprasangka buruk, nah yang satu ini sebenarnya sudah jelas merupakan ajaran islam:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan prasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” (Al-Hujurat : 12)

Masya Allah, betapa indahnya hidup ini jika manusia berhenti berprasangka satu sama lain. Salah satu tips untuk menghindari prasangka tentu dengan menyibukkan diri dengan hal-hal positif. Buat agenda harian, mingguan, bulanan, atau tahunan. Misalnya saya ingin memiliki blog yang dapat menginspirasi orang banyak, bermanfaat untuk kehidupan mereka. Mulailah menulis, bisa 1 paragraf per hari, langsung drafting di blog atau di buku.

Memanfaatkan hidup yang ‘sebenarnya’ sangat sebentar ini dengan maksimal. Saat ini saya memilih untuk mengasuh sendiri anak saya di rumah, menjadi ibu rumah tangga. Maka, saya menjadikan ini sebagai suatu proyek jangka panjang. Saya ingin mendidik 2 anak saya menjadi anak yang sholeh dan sholehah, semoga Allah memudahkan dan senantiasa membantu dalam proses ini. Peernya adalah saya harus berjuang melawan ego, memperbanyak ilmu menjadi orangtua, istri, sekaligus masih sebagai anak dari kedua orangtua saya yang masih hidup. Ketika hal ini bisa dengan konsisten, Insya Allah bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Keluar dari zona nyaman, jadi ibu rumah tangga yang sibuk menyumbangkan sesuatu untuk masyarakat. Mempunyai bisnis atau pekerjaan dari rumah yang sukses. Tanpa mengenyampingkan tugas utama saya sebagai seorang ibu dan istri tentunya. Itu adalah keinginan saya dalam beberapa tahun ke depan.

Intinya jangan berhenti bergerak. Hidup terlalu cepat untuk bermalas-malasan. Jika lelah, beristirahat sejenak. Membaca, refleksi lagi, berpikir. Belajar tanpa henti hingga selesai waktu kita di dunia ini.

 

Melahirkan di RS Puri Cinere – Induksi

Tulisan ini saya buat sebagai dokumentasi pribadi, sekaligus sharing untuk mommies yang akan melahirkan bayinya di RS Puri Cinere. Hitung-hitung asah ingatan juga nih, secara sudah hampir 3 bulan berlalu, dan tanpa modal notes atau catatan kecil (nah, inilah pentingnya notes untuk seorang yang niat jadi blogger, catet..).

Selasa pagi menjelang long weekend, saya diantar oleh suami, Kirana, nenek dan atuknya untuk induksi. Hal itu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan minggu sebelumnya oleh dokter Dewi Ratih SPOG. Sementara suami mengurus administrasi pendaftaran, saya segera masuk ke ruang bersalin ditemani oleh ibu. Di ruang bersalin disambut oleh suster atau bidan (ini yang agak sulit dibedakan mana yang suster dan mana yang bidan, hehe). Saya diminta berganti baju pasien oleh bidan dan tiduran di salah satu tempat tidur untuk CTG awal. Ya, CTG awal yang disusul cukup banyak CTG berikutnya selama proses penungguan bukaan-bukaan.

Setelah CTG, saya diberikan pencahar untuk menuntaskan buang air. Mungkin untuk mengoptimalkan kontraksi ketika induksi nanti. Setelah dua kali ke kamar mandi, barulah saya diinfus oleh bidan, induksi dimulai. Dag dig dug, teringat mules-mules induksi ketika melahirkan kirana dulu.

Tik tok tik tok.. beberapa menit berlalu, saya belum merasakan apa-apa. Ada sih sedikit, tapi tidak berarti. Satu jam, dua jam.. Bidan memeriksa bukaan, akhirnya dari bukaan 0 berganti bukaan 1. Baru bukaan 1?? hik, kapan 10nya. Sabar, sabar.. trus dokternya mana ya? Infonya dokter ada jadwal operasi pagi itu, dan baru bisa visit siangnya. Disitu saya tau kalau yang mengerjakan induksi tidak perlu dokter, hehe.

Ruangan bersalin itu terdiri dari sekitar 5 tempat tidur yang disekat oleh gorden-gorden, 1 kamar mandi, 1 tv, dan di bagian pojok ada perlengkapan medis. Untuk pasien kontrol yang diharuskan CTG juga dilakukan di ruang tersebut. Pasien yang masuk ruangan bersalin diminta untuk melepas alas kaki diluar. Di sebelah ruangan bersalin terdapat kamar bayi, dan di sebelahnya lagi adalah deretan kamar-kamar inap yang salah satunya adalah kamar saya dan bayi nanti. Ah, waktu itu sudah terbayang aja gendong-gendong bayi di kamar.

Sementara proses induksi berlangsung, saya diperbolehkan untuk berjalan bolak-balik ke kamar inap sambal dorong infus. Kebetulan suami dan anak saya sudah masuk, dan bermain disana. Saya makan dan sholat di kamar. Balik ke ruang bersalin untuk CTG yang dilakukan berulang-ulang sekitar tiap 1-2 jam.

Sore hari bertemu dengan dokter Ratih, sementara sudah bukaan 3, namun kondisi jalan lahir masih tebal. Dokter memutuskan untuk melepas infus induksi dengan harapan tubuh saya bisa beristirahat dan meneruskan proses kontraksi secara alami hingga esok paginya. Pada waktu itu diputuskan juga batas akhir penungguan untuk lahiran normal adalah esok paginya pukul 1-2 siang. Padahal saya belum merasakan sakit yang berarti loh (sok bener). Pertimbangan dokter lebih ke keselamatan bayi saya, dan sepertinya kontraksi kurang optimal karena miom. Sementara ada seorang ibu di sebelah saya yang sampai muntah-muntah setelah diinduksi. Saya jadi merasa kurang normal.

Keesokan harinya dicek lagi belum ada kemajuan. Memang malam harinya saya tidak merasakan kontraksi berarti, malah tidur dengan lelapnya. Saya juga sudah berjalan bolak-balik kamar bersalin dan kamar inap. Setelah sarapan saya diminta untuk puasa, karena sudah dipersiapkan untuk operasi siangnya. Ya Allah, saya hanya bisa pasrah karena yang ahlinya sudah menyarankan begitu.

Bersambung ke Melahirkan di RS Puri Cinere – Caesar, karena postingan ini sudah terlalu panjang.

 

Baby bunda sudah besar

10.15 pm, kamar nenek, bunda mau panggil kirana balik ke kamarnya (kamar bersama tepatnya) utk tidur.. Kirana sedang tidur2an sm neneknya..
Bunda: Kirana, yuk kita tidur
Nenek: nana udah dipanggil bunda, ayo tidur?
Bunda: ana mau bobok sini? *panggilan anak ini byk bgt ya.. (Nanyanya kurang ikhlas, 😅)
Kirana: gapapa? (Sambil liat nenek)
Nenek: gapapa, kalau bunda bolehin disini ajaa..
Bunda: ya udah, salam dulu bunda,
Kirana: selameletuum bunda
Bunda: Wa’alaikumsalam
*hiks, langsung lemes, serasa hati ini ada yg tertinggal..
Lebai bgt yaa 😭

Beginilah emak yang terbiasa dengan anaknya yang apa-apa “sama bunda ajaaa”.. Sekalinya anaknya ga ngomong gitu langsung  sensiii.. 😭😭😭  *lah nangis lagi

Assalamu’alaikum, baby Raka

Rindu  menulis..

Tulisan ini sudah dimulai sejak beberapa hari setelah kelahiran anak kedua saya dan Riza. Namun baru beberapa baris kalimat, tergeletak begitu saja di tumpukan draft. Sepertinya saya sudah kehilangan kepercayaan diri dalam menulis. Beginilah kalau tidak merutinkan diri dalam menulis, atau posting lebih tepatnya.

Kembali ke judul. Anak kedua kami yang lahir pada tanggal 4 Mei 2016 bernama lengkap Raka Aditya Khwarizmi. Raka Aditya yang dalam bahasa sansekerta berarti bulan dan matahari. Mirip seperti kakaknya Kirana, kami ingin ia menyinari alam seperti bulan di malam hari dan matahari di siang hari. Selain itu, posisi bulan di depan matahari dapat berarti gerhana matahari, peristiwa alam yang fenomenal di tahun 2016 ini.

Nama belakang Khwarizmi terinspirasi oleh seorang tokoh muslim dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi. Khwarizmi dikenal sebagai Bapak Aljabar, bahkan namanya adalah asal kata dari algoritma. Algoritma merupakan proses yang mendasari cara kerja program komputer. Semoga anak kamipun nantinya bisa memberikan kontribusi yang berarti untuk kemajuan umat manusia.

Raka lahir dengan berat badan 3.8kg melalui operasi. Harapan saya untuk kembali melahirkan normal untuk anak kedua sudah cukup memudar di awal kehamilan. Dokter memberitahu ada miom yang cukup besar di sekitar rahim, dan tidak bisa ditentukan apakah menghambat persalinan atau tidak hingga saat persalinan itu sendiri. Dokter kandungan saya berkomitmen untuk mengusahakan kelahiran normal terlebih dahulu, namun saya harus menyiapkan mental untuk operasi jika kondisi mengharuskan nantinya.

Betul saja, hingga minggu ke 40 masih belum ada bukaan, sehingga dijadwalkan untuk induksi. Setelah 1.5 hari belum ada progress yang berarti untuk kelahiran normal. Menurut dokter, miom bisa saja menghambat rahim untuk berkontraksi dengan baik. Demi keselamatan bayi, dokter memutuskan agar saya melahirkan dengan cara operasi saja.

Alhamdulillah, kami telah melalui masa pasca operasi, masa bayi kuning dengan angka bilirubin yang tergolong tinggi, serta pelekatan ASI dengan cukup baik. Raka di usia 1 bulan sudah bertambah berat sebanyak 1.6kg, cukup jauh diatas target yaitu 750gr. Ia juga jarang bangun diatas jam 11 selain untuk menyusu.

Tantangan utamanya adalah kami masih harus terus menyesuaikan diri atau lebih tepatnya mengatur waktu agar tetap bisa maksimal dalam memperhatikan kakaknya. Hal ini yang paling berat dan paling menguras emosi. Sebelumnya hampir seluruh waktu dan perhatian saya tercurah untuk kakaknya, dan sekarang saya seperti harus membelah diri.

Saya sempat menangis berhari-hari karena sedih dengan keadaan kakaknya yang sepertinya cemburu, marah, serta bingung dengan situasi baru ini. Tidak jarang saya juga memarahinya karena berperilaku mengesalkan atau tidak mau menuruti saya. Syukurlah suami dapat ijin kerja cukup lama dan membantu menghibur serta memberi perhatian penuh untuk anak pertama kami.

Menjadi ibu ternyata adalah pekerjaan yang sangat sulit. Menjadi ibu menuntut pembelajaran terus-menerus. Yang paling susah adalah belajar sabar. Mengendalikan marah, ini adalah hal terpenting dan darurat. Bahkan salah satu prioritas target saya di Bulan Ramadhan 1437 H ini adalah “zero angry”. Saya tidak akan memperlihatkan atau menuruti amarah atau emosi ketika merasa kesal dengan perilaku anak kami. Semoga Allah memudahkan.

 

 

 

Belajar Patchwork dan Quilting Part 1

Pendahuluan

Sudah lama sekali saya menyukai quilting. Potongan-potongan kain berbeda motif  dan warna disatukan membentuk pola baru dan susunan warna yang cantik. Dijahit menjadi selimut, hiasan dinding, taplak meja, dan aksesoris rumah tangga lainnya. Saya senang membaca buku atau artikel mengenai quilting. Kadang sekedar melihat-lihat karya para quilter di dunia maya ataupun di pameran live.

Dalam rangka ingin memahami teknik patchwork dan quilting secara lebih terstruktur, maka saya memutuskan untuk mengikuti kursus. Kebetulan saya diperkenalkan dengan tutor berpengalaman dari Sahabat Quilt Indonesia di sekitar tempat saya tinggal. Tidak tanggung-tanggung, saya berkesempatan untuk mengikuti kelas private loh. Nasib baik saya, si teteh (panggilan untuk tutor saya) kebetulan aja  tidak berencana untuk tinggal lama, jadi sekedar mengisi waktu luang katanya, hehe.

Saat ini kursus tersebut masih berjalan dan saya berusaha untuk mendokumentasikan sekaligus sharing ilmu yang telah saya dapat disini. Kursus tersebut objektifnya adalah menyelesaikan 1 proyek, yang didalamnya terdapat berbagai teknik patchwork dan quilting basic. Diharapkan setelah selesai 1 proyek ini, saya dapat membuat proyek-proyek lainnya secara mandiri tentunya. Insya Allah :).

Kursus direncanakan akan berlangsung selama 8 kali pertemuan, setiap pertemuan berlangsung selama 2 jam. Masing-masing pertemuan diberi jarak minimal seminggu, untuk memberi waktu saya meresapi, mendalami ilmu baru, dan yang paling penting mengerjakan peer, haha. Tapi seperti yang sudah-sudah dialami oleh tutor saya, biasanya akan molor beberapa minggu, karena suatu dan lain hal. Kita lihat nanti bagaimana nasib saya.

Baiklah, Part 1 belajar patchwork quilting ini meliputi pertemuan pertama kursus saya dengan teteh. Kita banyak ngobrol-ngobrol seputar teori dan persiapan.

Patchwork dan Quilting

Terdapat istilah patchwork dalam pengerjaan quilting. Apa itu patchwork? Ternyata penggabungan potongan kain menjadi motif atau pattern baru itulah yang disebut patchwork. Sedangkan quilting sendiri adalah pekerjaan menggabungkan kain hasil patchwork tadi (top) dengan kain lapisan untuk bagian belakang (backing) dan menyisipkan semacam busa diantaranya (batting), dengan teknik tertentu. Jadi, pekerjaan patchwork biasanya tidak bisa lepas dari quilting, namun pekerjaan quilting bisa dilakukan tanpa melakukan patchwork terlebih dahulu.

Pemilihan Kain

Sebelum mengikuti kursus, saya sudah memiliki beberapa kain katun Jepang yang dibeli dari toko online. Motif kain-kain yang saya miliki sudah tertata begitu rupa dan saya sudah membayangkan mereka akan tampak harmonis ketika bersatu dalam sebuah karya quilting.

Ketika teteh meminta saya memperlihatkan kain-kain tersebut, buyar harapan saya terhadap mereka. Teh Ibel bilang, kalau standar kain untuk belajar di Sahabat Quilt Indonesia adalah kain katun 100% yang saat ini diproduksi dari USA. Wow.. Saya terheran-heran. Mungkin melihat ekspresi saya yang agak gimana, teh Ibel buru-buru menjelaskan bahwa hal ini telah melalui berbagai percobaan. Memang quilting sendiri dulu awalnya adalah karya yang memanfaatkan perca. Namun kualitas kain dulu sudah berbeda dengan sekarang. Kain dulu dibuat murni dari benang kapas, sedangkan sekarang kita menemui banyak sekali jenis kain katun yang sudah bercampur dengan bahan lain.

Kain katun yang dimaksud diperlihatkan oleh Teh Ibel. Lebih tebal dari katun yang saya bawa, selain itu seratnya lebih rapat. Hal ini dijelaskan akan mempermudah dalam proses cutting dan patchworking. Kain 100% cotton tidak mudah bergeser seperti katun campuran. Hal ini mengurangi kemungkinan kesalahan dalam proses patchwork. Oleh sebab itu penting sekali bagi siswa kursus untuk mendapatkan feel dari kain yang bagus tersebut selama belajar. Jadi nanti kalau beli kain yang bawaannya lemes, tipis, jadi males kali ya. Betul juga, karena patchwork ini melibatkan energi dan waktu yang cukup banyak. Kalau salah-salah jadi sayang waktunya.

Pemilihan Warna

Sebelum mulai sesi penjelasan warna, teh Ibel menanyakan apakah saya ada latar belakang sekolah seni. Gubrak.. “Saya dulu pernah kursus nari, Teh Ibel”, jawab saya. Apakah itu relevan? Tentu tidak. Maka Teh Ibel harus menjelaskan dari awal. Apalagi mengetahui saya S1 di Teknik Informatika. Teh Ibel nampak sedikit prihatin. Baiklah..

Dengan menggunakan alat bantu semacam spektrum warna, teh Ibel menjelaskan bahwa dalam dunia warna, terdapat warna panas dan warna dingin. Saya lupa memfoto diagram yang ditunjukkan teh Ibel, tapi gambar skema warna basic berikut menurut saya dapat mewakili dengan sangat baik :

color-wheel

source: http://color-wheel-artist.com/wp-content/uploads/2015/07/color-wheel.jpg

Warna-warna yang termasuk kelompok warna panas dimulai dari Yellow-Green hingga Red searah jarum jam. Warna ini biasanya memberikan efek terang, cerah, dan ceria. Sementara sisanya adalah warna dingin yang memberikan efek sejuk dan tenang.

Dalam pemilihan kombinasi warna, sebaiknya melibatkan unsur panas dan dingin, sehingga terlihat seimbang. Aturan pemilihan warna bisa dengan lengkap dilihat di website http://color-wheel-artist.com menggunakan beberapa metode, contohnya sebagai berikut:

-monochromatic color

Yaitu dengan memilih satu warna dari 12 warna dasar di skema warna dasar, dan dikombinasikan dengan warna yang sama dengan tone yang berbeda. Hasilnya akan terlihat cantik dan harmonis.

monochromatic2

– Complementary color

Yaitu dengan memilih warna yang saling berseberangan di skema warna basic. Contohnya merah dengan hijau, biru dengan orange.

Namun lagi-lagi dalam hal seni quilting sebenarnya tidak ada batasan dalam pilihan kita. Bisa juga melakukan tabrak warna dan motif yang disusun sedemikian rupa menjadi suatu bentuk dan kombinasi unik. Panduan diatas adalah sebagai pengetahuan standar yang aman dalam melakukan kombinasi warna.

Peralatan Patchwork

Pada saat pertemuan pertama, saya merasa hanya membutuhkan cutting mat, ruller dan rotary cutter untuk perangkat perang saya. Ternyata setelah pertemuan ke-4, ada saja alat tambahan yang saya butuh”-butuh”kan. hehe.. sampai dengan saat ini, “investasi” alat yang telah saya kumpulkan untuk kegiatn patchwork dan quilting ini adalah:

  • Cutting mat (clover 18×24 inch)
  • Rotary cuttter (clover 45mm)
  • Ruler (creative grids 11 inch)
  • Add a quarter ruler
  • Pena untuk kain, washable
  • Jarum jahit khusus patchwork (clover)
  • Benang khusus patchwork (guterman)
  • Finger Presser
  • Jarum pentul quilting (clover)

Ukuran standar dalam patchwork dan quilting menggunakan inch. Tutorial-tutorial yang banyak tersedia di internet pun biasanya dalam inch, sehingga peralatan ukur-mengukur juga diusahakan dalam satuan inch.

Menentukan Pattern dan Ukuran Blok Quilt

Pattern yang dipilih dalam kursus ini sebisa mungkin mewakili seluruh teknik patchwork, sehingga saya memiliki bekal yang cukup untuk mandiri nantinya. Pattern dipilih mulai dari yang simple seperti segi empat, segitiga, hingga yang melengkung-lengkung atau kurva. Saya diminta Teh Ibel menggambar sendiri pattern yang telah kami pilih di kertas berkotak.

Berikut ini hasil gambar pattern saya:

IMG_5160

Pattern 1-4

IMG_5162

Pattern 5-9

Terdiri dari 9 Pattern sebagai berikut:

  • Half Square Triangle (HST)
  • Card Trick
  • Le Moyne
  • Drunkards Path
  • Flying Geese
  • Dresden, Untuk pattern ini Teh Ibel bilang nanti pakai pola yang sudah jadi saja, karena memang sedikit repot kalau gambar sendiri, hehe
  • Winding Ways
  • Star

Pattern yang dibuat sebaiknya menggunakan skala dari ukuran blok yang direncanakan. Untuk project ini, kami menentukan akan membuat 9 blok, dimana setiap blok berukuran 12×12 inch.  Gambar ini nantinya akan dijadikan mockup project.

Apa itu mockup? Mockup bisa dikatakan miniatur atau percobaan dari rencana susunan kain patchwork yang akan kita buat nanti. Kain digunting kecil-kecil sesuai pattern, lalu ditempel menggunakan lem. Dari sini kita bisa melihat apakah warna dan penempatan yang kita pilih sudah harmonis atau belum.

Homework :

  • Menyediakan kain cotton 100% dengan warna dan motif sesuai selera saya, mengikuti panduan yang telah disediakan. Teh Ibel menyemangati jangan takut juga untuk mencampur dengan warna yang berani, karena kalau penempatannya tepat bisa menjadi kejutan yang menarik untuk dilihat.
  • Membuat Mockup dari pattern saya.

Penasaran dengan kombinasi kain yang saya dapatkan? Hehe, tunggu posting Belajar Patchwork dan Quilting Part 2 ya… Disana akan dijelaskan juga cara  penggunaan alat-alat diatas tentunya :).

Sedikit bocoran, saya menyukai warna hijau sehingga memutuskan untuk mencari kombinasi warna dominan hijau, warna pendukung serta penyeimbangnya. Salah satu referensi yang saya gunakan adalah design seeds di instagram. Disana tersedia ratusan kombinasi warna seru yang bisa dicontek. hehe, ini nyontek ngga ya? Anggap aja mencari inspirasi yah 🙂

Diari 7 hariku bersama Buah – Sunpride Everyday


“Tiada hari tanpa buah, dan tiada hari tanpa pisang”.. Semboyan ini sangat cocok menggambarkan konsumsi makananku sehari-hari. Iya, aku memang sukaa sekali dengan buah-buahan, terutama pisang sunpride. Rasanya tidak ada buah yang tidak aku suka. Ga tahan rasanya kalau kontainer buah di kulkas tinggal 1-2. Kadang aku merasa terlalu paranoid akan kehabisan buah.

Ada event fruit summit dari sunpride? Hah? Ada blog challenge juga yang deadline nya dlm waktu kurang dari 30 menit. Oh My God, where have I been? Sebagai pecinta buah, aku akan merasa bersalah sekali jika tidak ikut berpartisipasi. Maka aku putuskan untuk tetap menulis pengalamanku mengkonsumsi buah dalam 7 hari terakhir. Semoga masih dapat terdaftar, Bismillah.

Hari ini adalah hari Sabtu, maka aku mulai dari hari Minggu kemaren:

Minggu manggo banana

Buah Mangga belum musimnya, dapat dipastikan harganya masih mahal. Harum manis di pertengahan Agustus ini mencapai 45 ribu rupiah per kg, hiks. Tapi kenapa aku tetap beli mangga? Karena anakku sedang suka sekali  buah ini. Biarlah.. Demi memberi asupan buah yang kaya nutrisi, aku merelakan puluhan ribu tersebut melayang. Meskipun demikian setelah mencicipinya, serasa melayang oleh manis dan harum buahnya..

Daan, yang selalu ada dalam keranjang belanjaku adalah si pisang sunpride. Pisang buatku sudah seperti makanan pokok, layaknya nasi, hehe. Teksturnya yang lembut serta aroma dan manisnya ngga bikin bosan untuk dinikmati tiap hari. Pisang enak dimakan begitu saja atau dicampur dengan makanan lain seperti sereal, roti, dll.

Senin jeruk pisang

Jeruk juga adalah buah favorit anakku yang lain. Bisa aku simpulkan favorit karena jarang sekali dia menolak jika aku tawari jeruk, kecuali kalau sudah sangat kenyang. Momen paling tepat untuk makan jeruk adalah ketika bangun tidur. Ah, segar sekali, apalagi jeruknya adalah si medan super.

Selasa bersama apel malang, salak pondoh dan pisang

Aku paling ga tahan liat bermacam-macam buah segar yang terpajang dengan cantiknya. Biasanya akan berakhir dengan membeli lebih dari 2 macam buah. Seperti hari Selasa ini, apel malang manalagi hijau kekuningan mengundang selera. Ketika digigit terasa sangat renyah dan manis. Salak pondoh yang masih di keranjang belum tersusun tandanya baru saja datang. Kulitnya masih berkilau dan tebal, mudah dikupas dan segar rasa dagingnya.

Rabu bersama pisang, apel, dan semangka

Hari Rabu kami awali dengan makan buah apel dan pisang persediaan hari sebelumnya. Siangnya aku dan anakku makan semangka. Kebetulan sedang ada promo harga untuk potongan 1/4.

Kamis kembali bersama mangga dan pisang

Mangga oh mangga. Hard to resist them. Kirana anakku lagi-lagi dengan lahapnya makan potongan demi potongan buah tersebut. Siang dan malam. Akhirnya aku beli untuk persediaan hingga hari Sabtu ini.

Di sore hari aku mencoba membuat pisang goreng dari pisang sunpride yang sudah agak lewat matang. Bahan yang aku gunakan hanya tepung terigu, sedikit tepung beras, gula, garam, dan air. Hasilnya cukup memuaskan. Perpaduan kulit tepung yang gurih serta pisang matang yang manis.

Jum’at jeruk nangka

Hari itu aku punya agenda ke Salemba dengan menggunakan kereta api. Selain ada perlu ke Bank di sekitar sana, juga sekalian ingin menyaksikan hebohnya Kirana kalau lihat dan naik kereta api, hehe. Di perjalanan kami ngemil jeruk manis yang segarr.

Dalam perjalanan pulang, aku jalan sambil sedikit melirik-lirik lapak pinggir jalan sekitar stasiun kereta. Ada seorang bapak tua yang menjual nangka. Nangka ukuran jumbo oleh si Bapak dikupas, lalu isinya disusun dalam wadah styrofoam dan diberi plastik wrap. Wah, jadi terlihat rapi dan menggugah selera. Dapat ditebak, sebagai seorang fruitaholic, aku langsung menghampiri. Tanya dulu “manis ngga Pak?”.. Tanpa berkata sepatah pun, si Bapak langsung menyodorkan satu biji nangka. Mmm, ternyata manisnya lebih manis dari harapanku. Jadilah kami menikmati nangka di sisa hari itu.

Sabtu longan mangga

“Longannya lagi promo bu, Silahkan”, lambai salah satu mas-mas pegawai supermarket. Kok tumben ya pakai diteriakin. Ya udah coba mampir deh. Ternyata memang lagi murah banget *dibanding mangga, hehe. Tapi meskipun demikian, aku tidak berani makan banyak. Karena biasanya setelah kebanyakan makan longan atau lengkeng aku sakit tenggorokan, hehe..

Terima kasih untuk sunpride yang telah mengadakan fruit summit blog challenge ini. Memberikan pengalaman unik dan menginspirasi dalam konsumsi buah sehari-hari.

image

Anak Kidal Bukan Masalah

120997-119244

Beberapa hari lalu saya membaca di status facebook teman, katanya ada sekolah yang tidak mau menerima anak kidal. Wow,  cukup mengherankan dan agak mengganggu bagi saya. Bagian mana dari anak kidal yang membuat dia harus ditolak dari suatu sekolah?

Saya sendiri punya adik kandung laki-laki  yang kidal. Dalam keseharian memang adik saya ini agak sensitif dan artistik. Saya rasa ini cukup berhubungan dengan kidalnya (sesuai teori). Semua sepertinya berjalan baik-baik saja hingga dia dewasa dan menikah sekarang. Bahkan hidupnya hingga saat ini bisa dibilang masih lebih dari rata-rata teman sepermainannya sejak dulu.  Orangtua saya tidak pernah memaksakan adik saya untuk menyuruh memakai tangan kanan, kecuali untuk aktifitas makan, minum, dan berjabat tangan.

Anak saya yang saat ini berusia 19 bulan sepertinya cenderung kidal. Masih terlalu dini memang untuk menyimpulkan. Namun saya penasaran untuk melakukan beberapa pencarian di internet. Berikut temuan-temuan terkait anak kidal:

Penyebab Kidal

Populasi orang kidal di dunia mencapai sekitar 10 persen. Para peneliti untuk sementara menyimpulkan bahwa faktor genetika dan yang menyebabkan hal ini. Terdapat gen D dan gen C yang menentukan seseorang dalam pemilihan penggunaan tangannya. Gen D adalah mayoritas dalam populasi. Sementara Gen C yang sangat jarang muncul adalah penyebab individu memiliki kesempatan 50 persen menjadi kidal.

Cara mendeteksi anak kidal

Biasanya anak sudah konsisten menggunakan tangan sejak usia 18 bulan. Namun anak dapat dipastikan kidal setelah usia 3 tahun. Pengamatan sejak dini dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  • – Tangan yang digunakan untuk meraih benda yang ada di depannya.
  • – Tangan yang dipakai untuk menggosok gigi dan menyisir rambut.
  • – Tangan yang digunakan untuk mengaduk. Biasanya anak kidal mengaduk berlawanan dengan arah jarum jam.
  • – Apakah anak mulai dari kanan ketika menggambar?
  • – Anak lebih suka berdiri diatas kaki kiri dibanding yang kanan.

Orang Kidal Lebih kreatif? Ini teorinya

Banyak tokoh-tokoh penting dunia yang kidal, contohnya Albert Einstein, Leonardo Da Vinci, Barack Obama, Prince Charles, Prince William, Bill Gates, dll. Hal ini menunjukkan bahwa menjadi kidal bukanlah suatu kelainan atau cacat. Kidal juga bukan masalah bagi seseorang untuk terus berkarya. Bahkan ada pendapat yang menyebutkan bahwa orang kidal cenderung lebih kreatif. Namun pendapat tersebut belum terbukti kuat.

Otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri yang disebut hemisphere. Hemisphere kanan mengontrol pergerakan anggota tubuh sebelah kanan, termasuk tangan kiri. Sementara hemisphere kiri mengontrol pergerakan tubuh bagian kanan. Aktifitas kreatif seperti menggambar dan menulis lagu terjadi di otak kanan. Jadi jika seseorang kidal, menurut teori otak kanannya lebih aktif hingga dia disebut lebih kreatif.

Namun perlu diperhatikan bahwa proses berpikir di dalam otak jauh lebih kompleks, tidak terbatas pada penggunaan satu sisi otak saja. Seharusnya kedua sisi otak kita akan selalu bekerja bersamaan ketika kita berpikir. Jadi teori tersebut diatas sbenarnya masih dianggap lemah.

Bagaimana cara menyikapi anak kidal?

Dari sudut pandang agama

Karena saya penganut agama islam, penting untuk mengetahui bagaimana menyikapi anak kidal sesuai tuntunan syar’i. Untuk hal penggunaan tangan, hadits Rasulullah SAW dijadikan sebagai acuan:

“Nabi SAW suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir, bersuci, dan dalam semua urusannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits diatas bersifat anjuran atau teladan. Suatu hal yang sunnah jika dilakukan mendapat pahala, jika tidak dilakukan tidak berdosa. Namun ada beberapa hal yang sangat ditekankan untuk sebaiknya menggunakan tangan kanan berdasarkan hadits berikut:

“Apabila kalian makan, gunakan tangan kanan. Jika kalian minum, gunakanlah tangan kanan. Karena setan makan dan minum dengan tangan kiri.” (HR. Muslim)

Hadits yang kedua diatas menjelaskan untuk dua hal yaitu makan dan minum dengan tangan kiri menyerupai setan. Maka, dari sini penting sekali untuk berusaha mengajarkan anak yang cenderung kidal makan dan minum dengan tangan kanan sejak dini. Hal ini juga dianggap berlaku untuk beberapa hal yang bersifat fitrah dan ibadah, misal berjabat tangan, mengangkat telunjuk ketika duduk tahyat, memberi orang, dll.

Dari sisi  perkembangan anak

Menjadi kidal adalah suatu hal yang normal. Untuk aktifitas rutin seperti menulis sebaiknya orangtua tidak memaksa anak kidal untuk memakai tangan kanan. Usaha berlebihan akan mengakibatkan kecemasan dan kegagapan pada anak sehingga dikhawatirkan akan mengganggu mental dan psikologi anak. Bahkan pada beberapa kasus menimbukan gangguan perkembangan lain seperti gangguan bicara.

Orangtua cukup memberikan panduan untuk memudahkan anak dalam aktifitasnya. Banyak sumber panduan tersedia untuk anak kidal. Dengan demikian, anak akan merasa percaya diri dan dapat menyesuaikan diri dengan mudah.

Yulia Rahmita

2015-07-29

Referensi

1. What Causes Some People to be Left Handed than Right Handed. 2004. Tersedia: http://www.scientificamerican.com/article/what-causes-some-people-t/

2. Left-Hand It’s Not a Disablility. 2005. Tersedia: http://www.left-hand.org/p/its-not-disability.html

3. Why Am I Left Handed?. 2014. Tersedia: http://kidshealth.org/kid/talk/qa/lefties.html#

4. Top 10 Lefties. 2014. Tersedia: http://time.com/3107557/top-10-lefties/

5. Bagaimana Islam Memandang Orang Kidal. 2013. Tersedia: http://putar.net/bagaimana-islam-memandang-orang-kidal.html

6. Memaksa Anak Kidal Pakai Tangan Kanan Picu Gangguan Bicara. 2014. Tersedia: http://www.tribunnews.com/kesehatan/2014/10/28/memaksa-anak-kidal-pakai-tangan-kanan-picu-gangguan-bicara

7. Anak Kidal. Tersedia: http://www.parenting.co.id/balita/anak+kidal

Gambar diunduh dari:

https://www.psychologytoday.com/blog/brain-myths/201303/three-myths-and-three-facts-about-left-handers